Berita TerkiniInfo Daerah

Klarifikasi Insiden Tabrakan Dua Bocah di Jalur Proyek Jalan Bomang, Diduga Ada Intimidasi Saat Mediasi

×

Klarifikasi Insiden Tabrakan Dua Bocah di Jalur Proyek Jalan Bomang, Diduga Ada Intimidasi Saat Mediasi

Sebarkan artikel ini
Pihak terduga penabrak, Muhamad Irvan yang menggunakan sepeda motor, angkat bicara memberikan klarifikasi sekaligus menyoroti adanya dugaan intimidasi dan kejanggalan dalam proses mediasi pascakejadian.

Sinarmerdeka.com, Jumat (24/4/2026) — Insiden tabrakan antara sepeda motor dengan sepeda yang melibatkan dua anak di kawasan Jalan Bomang, jalur proyek pembaruan Jalan Bogor–Kemang, memicu polemik baru. Pihak terduga penabrak, Muhamad Irvan yang menggunakan sepeda motor, angkat bicara memberikan klarifikasi sekaligus menyoroti adanya dugaan intimidasi dan kejanggalan dalam proses mediasi pascakejadian.

Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kawasan proyek Jalan Bomang yang berada di perbatasan wilayah Depok dan Kabupaten Bogor. Dua anak menjadi korban dalam insiden tersebut, salah satunya masih menjalani perawatan intensif.

Peristiwa terjadi pada Sabtu, 18 April 2026, di jalur proyek pembaruan Jalan Bogor–Kemang, tepatnya di kawasan Jalan Bomang yang disebut berada di wilayah administratif Kabupaten Bogor, meski dekat dengan perbatasan Depok.

Pihak yang terlibat antara lain:

Muhamad Irvan (terduga penabrak)

Dua anak yang menjadi korban (salah satunya berusia 9 tahun)

Keluarga korban

Pihak ketiga yang diduga menjadi “perantara”

Sejumlah orang yang mengaku datang untuk mediasi

Menurut keterangan Irvan, setelah kejadian, ia langsung menunjukkan itikad baik dengan:

Membawa korban ke rumah sakit menggunakan kendaraan sepeda motor milik pengendara sepeda motor yang saat itu sedang melintas disekitar kejadian

Memberikan kompensasi kepada salah satu korban sebesar Rp4,5juta (sudah disepakati dan selesai)

Menanggung biaya pengobatan korban lain yang masih dirawat di Rumah Sakit dengan sudah memberikan deposit biaya Rumah Sakit hingga 10 jt

Namun, situasi memanas ketika:

Sejumlah orang datang pada malam hari yang mengaku sebagai keluarga korban dan meminta irvan untuk datang ke polres depok

Kemudian berselang beberapa hari berikutnya sejumlah orang menggunakan 4 mobil datang pada hari jumat pukul 01.30 wib pagi yang mengaku ingin mediasi

Selain itu, Motor milik Irvan juga diduga diambil pada waktu malam hari oleh pihak yang tidak diketahui identitasnya dan tanpa surat resmi dan mengatakan diamankan

Muncul pihak ketiga yang mengaku membantu, namun diduga melakukan tekanan dan intimidasi.

Irvan menilai ada indikasi ketidakwajaran, antara lain:
Mediasi dilakukan tanpa undangan resmi dan di luar jam wajar

Dugaan Ancaman aksi demonstrasi yang diklaim untuk “menuntut keadilan”, meski proses tanggung jawab masih berjalan

Upaya pembentukan opini publik melalui pemberitaan sepihak

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tetap koperatif dan berkomitmen menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, namun meminta proses dilakukan secara transparan dan sesuai hukum.

“Saya sudah beritikad baik sejak awal, dari membawa korban ke rumah sakit sampai menanggung biaya pengobatan dan memberikan biaya kompensasi. Tapi sekarang muncul pihak-pihak yang justru diduga memperkeruh situasi. Kami berharap ini bisa diselesaikan secara adil tanpa intimidasi dan tanpa adanya dugaan unsur memanfaatkan situasi.”

Kasus ini kini menjadi sorotan karena tidak hanya menyangkut kecelakaan lalu lintas, tetapi juga dugaan adanya tekanan dari pihak tertentu dalam proses penyelesaian. Diharapkan aparat yang berwenang dapat turun tangan untuk memastikan proses berjalan sesuai hukum, transparan, dan melindungi semua pihak.