SINAR MERDEKA ,Depok – Kondisi Jalan Tapos, Kota Depok, menuai sorotan tajam akibat bekas galian proyek kabel yang dinilai tidak ditangani secara profesional.
Hingga Minggu (28/12/2025), bekas lubang galian masih terlihat di sepanjang jalur tersebut dan telah menyebabkan sejumlah pengendara mengalami kecelakaan karena kendaraannya terperosok ke dalam lubang.
Dr (c) Andi Tatang Supriyadi, S.E., S.H., CPL., CPM angkat bicara menanggapi situasi tersebut. Ia menilai pelaksanaan proyek dilakukan secara asal-asalan tanpa memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan.
“Bekas galian dibiarkan terbuka, tidak dirapikan, bahkan tanpa penanda yang jelas. Ini sangat membahayakan masyarakat. Sudah banyak pengendara yang menjadi korban karena kendaraannya terjeblos,” ujar Andi Tatang
Selain lubang galian, terlihat pula gundukan karung berisi tanah yang masih berserakan di sepanjang jalur proyek. Kondisi ini mempersempit badan jalan dan semakin meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari dan saat hujan.
Menurut Andi Tatang, lemahnya pengawasan terhadap pelaksana proyek menjadi persoalan utama. Ia meminta pihak terkait, baik kontraktor maupun instansi berwenang, segera bertanggung jawab dan melakukan perbaikan menyeluruh.
Pak Rt,pak RW,Pak Lurah,pak camat serta LPM dan Karang Taruna Tapos Jangan pura-pura tidak tau kondisi bekas galian sepanjang jalan raya tapos yang masih meninggalkan lubang dan karung bekas tanah galian yang tidak dirapihkan oleh para pekerja projek,“Jangan sampai kepentingan proyek mengorbankan keselamatan warga. Pemerintah harus tegas, proyek seperti ini wajib mengutamakan keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.

Warga sekitar berharap bekas galian segera ditutup dan jalan dikembalikan seperti semula agar aktivitas lalu lintas di Jalan Tapos kembali aman dan lancar. Mereka juga mendesak adanya evaluasi serius terhadap pelaksana proyek agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.












