simer
Berita TerkiniInfo Daerah

Festival Hadroh dan Marawis Semarakkan Penutupan Bulan Bung Karno di Depok, Gaungkan Persatuan dalam Keberagaman

×

Festival Hadroh dan Marawis Semarakkan Penutupan Bulan Bung Karno di Depok, Gaungkan Persatuan dalam Keberagaman

Sebarkan artikel ini
Festival Parade Hadroh dan Marawis Kota Depok menjadi penutup rangkaian peringatan Bulan Bung Karno 2026 yang berlangsung meriah di Balai Rakyat Beji, Jalan Jawa, Lapangan Beji, Kota Depok, Minggu (28/6/2026).

Sinarmerdeka.co– Festival Parade Hadroh dan Marawis Kota Depok menjadi penutup rangkaian peringatan Bulan Bung Karno 2026 yang berlangsung meriah di Balai Rakyat Beji, Jalan Jawa, Lapangan Beji, Kota Depok, Minggu (28/6/2026). Kegiatan ini digelar oleh Koordinator Panitia Hadroh dan Marawis Bulan Bung Karno, Ahmad Rian Ardiansyah, dengan melibatkan puluhan grup seni Islami dari berbagai wilayah di Kota Depok.

Acara tersebut dihadiri Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Yuni Indriyani, S.E., M.Si., Sekretaris DPC Imam Turidi, perwakilan Pemerintah Kota Depok Dudi Miraz, Kepala Bidang Diskominfo Ade Kuswandi, perwakilan DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning dan Guntur Romli, kader serta simpatisan partai, hingga masyarakat umum. Sebanyak 23 grup hadroh dan marawis dari 11 kecamatan turut ambil bagian dalam festival tersebut.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Yuni Indriyani, menjelaskan bahwa festival ini menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang sebelumnya diisi dengan ziarah dan haul Bung Karno di sejumlah kecamatan, lomba stand-up comedy, lomba konten Instagram, serta berbagai kegiatan kreatif lainnya.

Dalam sambutannya, Yuni menegaskan bahwa ajaran Bung Karno mengajarkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa. Menurutnya, semangat nasionalisme dan nilai-nilai keagamaan bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling menguatkan dalam membangun Indonesia.

“Festival hadroh dan marawis ini bukan sekadar perlombaan seni religi. Ini adalah bentuk nyata pelestarian budaya Islam Nusantara yang mengandung nilai persaudaraan, cinta tanah air, dan semangat kebersamaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, lantunan selawat dan irama hadroh merupakan media dakwah yang mampu mempererat ukhuwah, menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada generasi muda, sekaligus menjaga warisan budaya bangsa agar tetap lestari.

Yuni juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menampilkan kemampuan terbaiknya. Menurutnya, para peserta bukan hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga menjadi duta persatuan yang membuktikan bahwa seni dapat menjadi jembatan pemersatu masyarakat di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.

“Semoga kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, ruang kreativitas, dan ruang pembinaan bagi generasi muda agar semakin mencintai agama, budaya, dan tanah air Indonesia,” katanya.

 

Festival Hadroh dan Marawis Kota Depok tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan seni Islami, tetapi juga menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong, persaudaraan, toleransi, dan nasionalisme yang selaras dengan nilai-nilai perjuangan Bung Karno.

Tingginya antusiasme peserta yang berasal dari 11 kecamatan serta dukungan berbagai elemen masyarakat menjadi bukti bahwa seni budaya dan nilai-nilai religius mampu berjalan berdampingan dalam memperkokoh persatuan. Festival ini pun sukses menjadi penutup yang semarak bagi seluruh rangkaian peringatan Bulan Bung Karno 2026 di Kota Depok.