Sinarmerdeka.co– Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan edukasi masyarakat terhadap bencana, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur meluncurkan inovasi teknologi simulasi berbasis Virtual Reality (VR) bernama TENPINA VR. Perangkat ini resmi diperkenalkan di Taman Edukasi Bencana BPBD Jawa Timur.
Koordinator tim pengembang TENPINA VR, Siska Arifiani, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa perangkat ini dirancang untuk mendukung strategi mitigasi bencana yang diinisiasi oleh BPBD Jatim. TENPINA VR akan menjadi sarana edukasi yang bisa digunakan oleh pelajar maupun masyarakat umum untuk memahami dan menghadapi situasi bencana secara lebih interaktif.
“Alat ini memungkinkan pengguna merasakan pengalaman virtual dalam menghadapi tiga jenis bencana: banjir, kebakaran, dan gempa bumi. Simulasi mencakup tiga tahapan penting, yaitu mitigasi, situasi saat bencana, dan pascabencana,” ungkap Siska pada Jumat, 20 Desember 2024.
Perangkat ini dirancang dalam waktu satu bulan oleh kolaborasi mahasiswa dan dosen ITS. Dengan penggambaran 3D yang mendetail, TENPINA VR menyajikan skenario bencana di berbagai lingkungan, seperti rumah, kantor, dan pabrik.
“Ke depannya, simulasi akan dikembangkan untuk lingkungan sekolah dan rumah sakit agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi ini. Menurutnya, TENPINA VR merupakan langkah maju dalam sistem penanggulangan bencana di Jawa Timur.
“Simulasi seperti ini sangat penting untuk membentuk kesiapsiagaan masyarakat sejak dini. Teknologi ini adalah wujud nyata sinergi antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Dengan hadirnya TENPINA VR di Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim, masyarakat dapat lebih memahami dan mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan budaya kesiapsiagaan yang kuat, sekaligus mengurangi risiko dan dampak bencana di masa mendatang.
Inovasi ini tidak hanya menunjukkan kepedulian ITS terhadap isu kebencanaan, tetapi juga mempertegas peran kampus teknologi sebagai garda terdepan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.












