Sinarmerdek.co– Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKS, Yanuar Arif Wibowo, mengaku kecewa setelah menemukan indikasi bekas pemasangan kamera pengawas atau CCTV di salah satu bangunan yang disebut sebagai “bangunan mewah” di lingkungan Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (30/9/2026).
Temuan tersebut menjadi sorotan lantaran, menurut Yanuar, keterangan yang sebelumnya disampaikan Kepala Lapas (Kalapas) Cibinong di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, berbeda dengan kondisi yang ditemukannya ketika melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Saat ditanya Tim Tapak Bogor mengenai perasaannya setelah menemukan kondisi tersebut, Yanuar mengaku kesal.
“Kurang ajar (kepada Kalapas Cibinong),” tegas Yanuar.
Ia kemudian menjelaskan bahwa dirinya sebelumnya mendengar langsung keterangan mengenai keberadaan CCTV di area tersebut. Namun, saat turun ke lapangan, ia justru menemukan tanda atau bekas pemasangan CCTV di sekitar bangunan.
“Kemarin dibilang nggak ada CCTV. Faktanya di samping rumah Kasih Kamtib, kalau nggak ada,” ujar Yanuar.
Menurut dia, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut ada atau tidaknya perangkat CCTV, tetapi juga perlu dipastikan apakah kamera tersebut masih aktif atau sudah tidak berfungsi.
“Masuk juga apakah CCTV aktif atau nggak? Nah, kalau nggak aktif, siapa yang mematikan ini? Jadi semuanya harus terbuka, jelas,” katanya.
Yanuar menegaskan, keterbukaan diperlukan agar masyarakat tidak terus bertanya-tanya mengenai kondisi sebenarnya di lingkungan Lapas Cibinong. Ia meminta seluruh informasi terkait fasilitas dan pengawasan di area tersebut dapat dijelaskan secara transparan.
“Biar masyarakat juga nggak bertanya-tanya. Nggak ada yang disembunyikan, nggak ada yang ditutupi,” tegasnya.
Ketika kembali ditanya apakah keterangan sebelumnya mengenai tidak adanya CCTV menjadi persoalan, Yanuar mengatakan dirinya mendengar langsung pernyataan tersebut.
“Ya kan saya dengar sendiri. Ditanya apa, dijawabnya apa, kan,” ujarnya.
Temuan di lapangan tersebut selanjutnya menjadi perhatian dalam konteks pengawasan Komisi XIII DPR RI. Yanuar menyatakan berbagai fakta yang ditemukan perlu diklarifikasi secara terbuka sehingga tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan langsung dari Kalapas Cibinong mengenai perbedaan antara keterangan sebelumnya dengan temuan bekas pemasangan CCTV yang disampaikan Yanuar Arif Wibowo.













