simer
Berita TerkiniInfo Daerah

Haji 2027 Mulai Dipersiapkan, Fauzan Soroti Biaya dan Kesiapan SDM di Depok

×

Haji 2027 Mulai Dipersiapkan, Fauzan Soroti Biaya dan Kesiapan SDM di Depok

Sebarkan artikel ini
disampaikan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok, Fauzan, saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok, Jumat (11/9/2026).

Sinarmerdeka.co — Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027 mulai dimatangkan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok. Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari evaluasi pelaksanaan haji sebelumnya, pembahasan biaya perjalanan ibadah haji, kesiapan sarana pelayanan, hingga pemenuhan sumber daya manusia (SDM).

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok, Fauzan, saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok, Jumat (11/9/2026).

Fauzan mengatakan, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk menyampaikan perkembangan persiapan penyelenggaraan haji 2027 sekaligus mengevaluasi berbagai hal yang telah dilaksanakan pada musim haji sebelumnya.

“Ini tentunya membahas persiapan pelaksanaan haji tahun 2027. Kami sampaikan apa yang sudah menjadi progres sampai hari ini, kemudian juga evaluasi dari tahun sebelumnya,” ujar Fauzan.

Pembahasan Biaya Haji Masih Berjalan

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam persiapan haji 2027 adalah pembahasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) melalui Panitia Kerja (Panja) Komisi VIII DPR RI.

Fauzan menyebut, usulan biaya yang sebelumnya berada di angka sekitar Rp107 juta telah mendapat perhatian dari DPR RI dan mulai mengalami penyesuaian. Namun, pembahasan masih terus dilakukan agar diperoleh angka yang dinilai terbaik, baik dari sisi operasional maupun kemampuan jamaah.

“Catatan DPR RI dari pengajuan Rp107 juta tadi sudah diperjuangkan, sudah mulai menurun, tetapi masih ingin ditekan lagi. Mudah-mudahan dapat angka terbaik, secara operasional bisa berjalan dengan lancar dan jamaah juga bisa terkendali,” katanya.

Setelah pembahasan antara DPR RI dan pemerintah mencapai kesepakatan, tahapan selanjutnya akan dilanjutkan melalui Keputusan Presiden (Keppres).

Depok Dapat Apresiasi atas Dukungan Pemkot

Dalam kunjungan tersebut, Kota Depok juga mendapat apresiasi terkait respons Pemerintah Kota Depok dalam mendukung keberadaan Kantor Kementerian Haji dan Umrah.

Fauzan menjelaskan, sejak pembentukan Kementerian Haji dan Umrah serta pelantikan dirinya sebagai kepala kantor, Pemerintah Kota Depok dinilai memberikan respons cepat dengan memfasilitasi gedung untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.

“Depok mendapatkan apresiasi karena respons cepat dari Pak Wali Kota sejak diresmikannya Kementerian Haji, kemudian dilantiknya kami sebagai kepala kantor, beliau langsung merespons memfasilitasi keberadaan gedung ini,” ungkapnya.

Menurut Fauzan, dukungan pemerintah daerah tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat, khususnya terkait penyelenggaraan ibadah haji.

Kantor Baru Direncanakan di Kawasan Jatijajar

Meski saat ini telah memiliki fasilitas kantor, Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok juga tengah menyiapkan rencana pemindahan kantor ke lokasi yang lebih representatif dan independen.

Rencana tersebut diarahkan ke kawasan Terminal Jatijajar, tepatnya di sekitar area Masjid Dhuyufurrahman.

“Pak Wali sudah berharap kita diberikan kantor yang lebih independen. Rencananya di kawasan Terminal Jatijajar,” ujar Fauzan.

Pemindahan kantor tersebut ditargetkan dapat direalisasikan pada 2027. Keberadaan kantor yang lebih independen diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan calon jamaah haji di Kota Depok.

SDM Masih Menjadi Tantangan

Selain fasilitas, keterbatasan sumber daya manusia menjadi salah satu tantangan yang masih dihadapi Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok.

Fauzan mengatakan, berdasarkan tipologi kantor, kebutuhan ideal personel mencapai sekitar 30 orang. Namun, hingga saat ini jumlah personel yang tersedia baru tujuh orang, termasuk pejabat struktural.

“Kita tipologi A, jadi idealnya 30 orang. Posisi saat ini baru tujuh orang sudah termasuk pejabatnya,” jelas Fauzan.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, proses penambahan personel saat ini terus dilakukan, antara lain melalui mekanisme mutasi dari Kementerian Agama maupun instansi pemerintah lainnya.

Selain itu, masyarakat yang belum berstatus sebagai PNS juga berpeluang mengikuti proses seleksi apabila nantinya dibuka rekrutmen di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah.

Tetap Fokus Berikan Pelayanan Terbaik

Meski masih menghadapi keterbatasan personel dan sejumlah kebutuhan penguatan fasilitas, Fauzan memastikan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Persiapan sejak dini, evaluasi pelaksanaan haji sebelumnya, pembahasan biaya, penguatan fasilitas, serta pemenuhan SDM menjadi bagian penting untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji 2027 dapat berjalan lebih baik, efektif, dan memberikan pelayanan optimal bagi jamaah asal Kota Depok.