SINARMERDEKA.CO-Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau untuk itu, BNPB bersama BPBD menekankan tiga hal menghadapi erupsi Gunung Anak Krakatau.
Dari ketiganya meliputi keselamatan masyarakat, kesiapsiagaan, serta peningkatan kewaspadaan.
Untuk hal penekanan tersebut disampaikan seiring aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung.
Diharapkan untuk masyarakat pesisir Banten dan Lampung juga diminta tetap tenang serta mengikuti informasi resmi.
1. Keselamatan Masyarakat Prioritas Utama
Pertama, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah bersama unsur terkait diminta memastikan tidak ada warga atau wisatawan memasuki kawasan berbahaya.
Pengawasan dan patroli juga perlu diperkuat untuk mencegah masyarakat memasuki zona terlarang. Masyarakat diminta tidak mendekati gunung hanya untuk melihat atau merekam aktivitas erupsi.
2. Kesiap siagaan Ditingkatkan
Kedua, kesiapsiagaan perlu terus ditingkatkan. Pemerintah daerah bersama BPBD diminta memastikan seluruh kebutuhan evakuasi siap digunakan.
Jalur evakuasi, titik kumpul, sarana komunikasi, dan kebutuhan dasar harus dipastikan tersedia. Kesiapan tersebut diperlukan jika aktivitas gunung berubah dan membutuhkan tindakan evakuasi.
3. Masyarakat Perlu Waspada
Ketiga, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Warga juga perlu mematuhi setiap arahan petugas dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Khusus isu tsunami, masyarakat pesisir Banten dan Lampung diminta tidak panik. Masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan mengikuti perkembangan informasi resmi dan arahan BPBD.
Sementara itu, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Berdasarkan pengamatan Sabtu. 5 September 2026, pukul 00.00-06.00 WIB, erupsi masih berlangsung.
Secara visual, aktivitas erupsi diinterpretasikan sebagai fenomena lava fountain atau lava air mancur. Fenomena tersebut teramati pada malam hari selama periode pengamatan.
PVMBG juga merekomendasikan masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Rekomendasi berlaku bagi masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki.
Lalu kamera CCTV pengamatan di lapangan dilaporkan tidak beroperasi setelah terkena lontaran material vulkanik. Dari sisi kegempaan, tercatat satu kejadian letusan dengan amplitudo 70 milimeter.
Selain itu, BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Evaluasi akan dilakukan apabila terdapat perubahan signifikan pada aktivitas maupun morfologi gunungapi.
Masyarakat dapat memperoleh informasi melalui Badan Geologi, PVMBG, BNPB, BPBD, dan kanal resmi kebencanaan.
Informasi resmi penting diikuti untuk menghindari kepanikan akibat kabar yang belum terverifikasi.













