Tidak hanya mereka yang mempertaruhkan nyawa di medan perang yang bisa disebut patriot. Anthony Salim, Prajogo Pangestu, Aguan, dan 47 orang superkaya lainnya kini juga bisa disebut Patriot Bangsa.
Itu karena mereka mau mengutangi negara dalam jumlah besar dengan tenor yang panjang dan bunga yang superringan.
Tahun ini pemerintah Presiden Prabowo memang mengeluarkan surat utang khusus: Patriot Bond.
Prabowo sendiri memang seorang patriot bangsa: pernah bertempur untuk membela negara di Timor Timur. Nyaris tewas.
Maka Prabowo ”mengajak” mereka yang punya banyak uang untuk bisa ikut menjadi patriot dengan cara membeli Patriot Bond.
Rasanya yang utang ini bukan pemerintah secara langsung.
Yang utang lewat Patriot Bond itu Danantara.
Agar Danantara bisa lari kencang sesuai yang diinginkan Presiden Prabowo.
Memang ada juga yang menyindir Danantara: enak banget jadi pimpinan Danantara.
Dicarikan modal sangat besar: Rp 50 triliun.
Tenornya panjang pula: 5 dan 7 tahun.
Bunganya amat rendah: 2 persen per tahun.
Kasarnya, kata yang menyindir itu, sambil rebahan pun, tanpa kerja, Danantara bisa dapat untung besar.
Misalkan, katanya, Danantara menempatkan uang Rp 50 triliun itu di SBR: Danantara bisa dapat bunga 6 persen/tahun.
Yang dua persen ia bayarkan sebagai bunga ke pemberi utang. Danantara sudah dapat selisih empat persen/tahun.
Itu ibarat hujan yang datang dari langit tanpa harus bikin hujan buatan atau salat istisqa’.
Tidak ada yang tahu: ke mana uang hasil Patriot Bond itu dibelanjakan oleh Danantara.
Harusnya untuk investasi di BUMN.
Yakni investasi yang sangat diperlukan negara tapi juga bisa menghasilkan laba yang besar.
Saya dengar antrean untuk bisa mendapat pinjaman dari Patriot Bond sudah sangat panjang.
Kini banyak BUMN lagi haus dana.
Mulai BUMN-BUMN jalan tol, pengembang solar cell, sampai pun perkebunan.
Yang jelas tidak mungkin dana dari Patriot Bond itu dibiarkan tidur di bawah bantal.
Tapi juga tidak mudah mengalirkannya ke BUMN karena bisa langsung untuk membayar utang masing-masing BUMN.
Danantara pasti mensyaratkan BUMN yang antre itu untuk mengajukan proposal berbentuk business plan.
Danantara akan langsung membuka halaman terakhirnya: berapa IRR proyek yang diantrekan itu.
Tentu proyek dengan IRR terbaik yang punya peluang dibiayai.
Danantara ternyata lebih hebat dari negara.
Bond-nya lebih murah dari bond negara.
Saat ini pemerintah juga berutang lewat berbagai jenis bond. Tiap jenis bond, beda tingkat bunga dan tenornya.
Yang terbaru adalah Panda Bond.
Sesuai dengan namanya, Panda Bond adalah utang negara dalam mata uang yuan Tiongkok.
Baik Panda Bond, ORI, maupun SBR tidak ada yang bunganya semurah Patriot Bond.
Bunga SBR misalnya, sekitar 6,5 persen. Panda Bond memang murah: 2,1 persen; tapi masih ada risiko pergerakan kurs.
Jatuhnya bisa equivalen sekitar 4 sampai 5 persen. Atau lebih.
Maka Danantara bisa dibilang lebih hebat dari negara.
Tidak semua CEO bisa sehebat CEO Danantara.
Saya sendiri sangat salut kepada orang-orang superkaya itu: kok mau mengutangi Danantara dengan bunga begitu murah.
Maka mereka benar-benar hebat. Layak disebut Patriot Negara.
Maka sejak hari ini Disway akan menyematkan gelar Patriot di depan nama mereka: Patriot Anthony Salim, Patriot Prajogo Pangestu, Patriot Aguan….. (*)












