Sinarmerdeka.co — Meja hijau Canon Billiard di Jalan Margonda, Kota Depok, Minggu (23/8/2026), mendadak berubah menjadi arena adu strategi dan ketangkasan. Sebanyak 48 wartawan dari berbagai daerah ambil bagian dalam Turnamen Biliar Antar Wartawan yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Para jurnalis tak hanya menunjukkan kepiawaian merangkai kata, tetapi juga membuktikan kemampuan membidik bola dengan presisi. Persaingan berlangsung sengit sejak babak awal, namun tetap diwarnai suasana penuh keakraban dan sportivitas.
Peserta datang dari sejumlah daerah, mulai dari PWI Kota Depok, Bogor, Bekasi, DKI Jakarta hingga Jawa Tengah.
Semarak turnamen semakin terasa dengan kehadiran Ketua KONI Kota Depok, Herry Suprianto. Ia mengapresiasi kekompakan para wartawan yang turut ambil bagian dalam pertandingan.
Menurut Herry, terdapat kesamaan menarik antara olahraga biliar dan profesi jurnalistik. Keduanya sama-sama membutuhkan strategi, konsentrasi, ketenangan, serta akurasi agar mampu menghasilkan sasaran yang tepat.
“Saya bangga melihat kekompakan teman-teman wartawan. Main biliar itu butuh strategi, ketenangan, dan akurasi. Mirip sekali dengan menulis berita, harus tepat sasaran dan tidak meleset,” ujar Herry.
Tak hanya memberikan dukungan terhadap turnamen, Herry juga mengajak insan pers untuk bersama-sama menyukseskan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026, yang salah satu daerah tuan rumahnya adalah Kota Depok.
Ia menilai, dukungan media sangat penting dalam menyebarluaskan informasi sekaligus membangun semangat masyarakat untuk menyukseskan gelaran olahraga tingkat Jawa Barat tersebut.
“Tanpa peran teman-teman wartawan, Porprov tidak akan sukses. Lewat kegiatan seperti ini sinergi KONI dan PWI semakin kuat,” tegasnya.
Wakil PWI Jateng Patahkan Dominasi Tuan Rumah
Setelah melalui pertandingan yang cukup panjang dan penuh persaingan, empat nama terbaik akhirnya berhasil menempati posisi teratas.
Dio Hermansyah dari PWI Jawa Tengah tampil sebagai juara pertama. Ia berhasil mematahkan dominasi tuan rumah setelah menunjukkan permainan konsisten hingga partai final.
Sementara itu, posisi kedua diraih Amrin dari PWI Kota Depok. Sedangkan Anton Pulung dan Leo, yang juga merupakan perwakilan PWI Kota Depok, masing-masing menempati posisi ketiga dan keempat.
Berikut daftar para juara:
Juara I: Dio Hermansyah – PWI Jawa Tengah, hadiah Rp2 juta + plakat.
Juara II: Amrin – PWI Kota Depok, hadiah Rp1 juta + plakat.
Juara III: Anton Pulung – PWI Kota Depok, hadiah Rp500 ribu + plakat.
Juara IV: Leo – PWI Kota Depok, hadiah Rp500 ribu + plakat.
Penampilan Dio menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian. Wakil PWI Jawa Tengah itu tampil tenang dan konsisten dalam setiap pertandingan hingga akhirnya mampu menaklukkan wakil tuan rumah di partai final.
Bukan Sekadar Kompetisi
Di sepanjang pertandingan, suasana di Canon Billiard berlangsung meriah. Canda, sorakan, dan tepuk tangan terdengar setiap kali peserta berhasil memasukkan bola ke dalam lubang.
Meski membawa nama organisasi dan daerah masing-masing, para peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas. Tidak terlihat sekat maupun ego sektoral. Sebaliknya, yang terlihat justru semangat kebersamaan dan persaudaraan sesama insan pers.
Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah, mengatakan turnamen tersebut merupakan gelaran ketiga yang secara khusus diselenggarakan pihaknya bagi kalangan wartawan.
Bagi PWI Kota Depok, kegiatan tersebut bukan semata-mata mencari pemenang, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan antarjurnalis dari berbagai daerah.
Dari denting bola yang beradu di atas meja hijau, terselip pesan bahwa olahraga dapat menjadi jembatan untuk memperkuat persatuan.
Di momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kekompakan dan solidaritas wartawan pun tak berhenti di meja biliar. Semangat tersebut diharapkan terus terbawa dalam menjalankan tugas jurnalistik sekaligus menjadi bagian dari kontribusi nyata insan pers dalam mendukung pembangunan dan kemajuan daerah.













