simer
Berita TerkiniInfo Daerah

Imigrasi Depok Go To School: Bekali Siswa SMAN 2 Cegah TPPO dan Kenalkan Peluang Karier di Poltekim

×

Imigrasi Depok Go To School: Bekali Siswa SMAN 2 Cegah TPPO dan Kenalkan Peluang Karier di Poltekim

Sebarkan artikel ini
Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok menggelar kegiatan Imigrasi Go To School di SMA Negeri 2 Depok, Rabu (5/8/2026).

Sinarmerdeka.co– Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok menggelar kegiatan Imigrasi Go To School di SMA Negeri 2 Depok, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali para pelajar, khususnya siswa kelas XII, dengan pemahaman mengenai pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), informasi keimigrasian, serta memperkenalkan Sekolah Kedinasan Politeknik Imigrasi (Poltekim) sebagai salah satu pilihan melanjutkan pendidikan sekaligus meniti karier sebagai aparatur negara.

Kegiatan yang diikuti ratusan siswa tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala SMA Negeri 2 Depok, Dadi, S.Pd., menilai sosialisasi ini sangat penting karena memberikan bekal pengetahuan yang relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.

“Materi yang disampaikan mengenai bahaya tawaran kerja ilegal, prosedur keimigrasian yang benar, hingga informasi tentang sekolah kedinasan benar-benar memberikan wawasan baru bagi peserta didik kami,” ujar Dadi.

Menurutnya, dengan latar belakang ekonomi siswa yang beragam, edukasi mengenai bahaya perdagangan orang menjadi sangat penting agar para pelajar tidak mudah tergiur iming-iming pekerjaan bergaji besar di luar negeri yang belum tentu legal.

“Kami berharap anak-anak memiliki bekal untuk lebih berhati-hati sehingga tidak menjadi korban perdagangan orang. Harapan kami, kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau sekolah-sekolah lain di Kota Depok,” katanya.

Dadi juga mengungkapkan antusiasme siswa kelas XII selama mengikuti kegiatan berlangsung.

“Alhamdulillah, anak-anak sangat antusias. Materi tentang pencegahan TPPO, informasi keimigrasian, dan pengenalan Poltekim benar-benar membuka wawasan mereka. Kami berharap kerja sama dengan pihak Imigrasi dapat terus berlanjut melalui program-program edukatif lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi Humas Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok, Herlina Azis, mengingatkan para siswa agar tidak mudah percaya pada tawaran bekerja di luar negeri yang menjanjikan gaji tinggi dengan proses yang instan.

“Sering kali muncul tawaran bekerja di luar negeri dengan iming-iming gaji besar, berangkat cepat, dan proses mudah. Jangan mudah tergiur. Banyak di antaranya ternyata ilegal dan sangat berbahaya,” tegas Herlina.

Ia menjelaskan bahwa di balik janji manis tersebut dapat tersembunyi praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), bahkan kejahatan yang lebih serius seperti perdagangan organ tubuh.

“Korban bisa kehilangan kebebasan, tidak memperoleh perlindungan hukum, bahkan masa depannya bisa hancur. Karena itu, jika ingin bekerja di luar negeri, gunakan jalur resmi melalui lembaga yang telah dibina dan diawasi Kementerian Ketenagakerjaan. Pastikan seluruh prosesnya legal dan aman,” jelasnya.

Selain memberikan edukasi mengenai bahaya TPPO, Imigrasi Depok juga memperkenalkan Politeknik Imigrasi (Poltekim) sebagai alternatif bagi lulusan SMA yang ingin melanjutkan pendidikan.

Menurut Herlina, Poltekim menawarkan berbagai keunggulan, mulai dari pendidikan tanpa biaya hingga peluang menjadi aparatur sipil negara setelah lulus.

“Sekolah Kedinasan Poltekim tidak dipungut biaya. Setelah lulus, taruna dan taruni akan ditempatkan di lingkungan Imigrasi untuk mengabdi kepada negara, menjaga perbatasan, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau para siswa agar memperoleh informasi resmi mengenai proses seleksi melalui brosur yang telah dibagikan maupun media sosial resmi Imigrasi.

“Semua informasi mengenai persyaratan, jadwal, hingga proses seleksi disampaikan secara terbuka dan transparan. Tidak ada pungutan biaya maupun jalur khusus,” katanya.

Di akhir kegiatan, Herlina kembali mengingatkan para pelajar agar tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk bekerja ke luar negeri tanpa memastikan legalitasnya.

“Jangan tergoda tawaran yang tidak jelas jalurnya. Jika ingin bekerja di luar negeri, pastikan melalui jalur resmi. Periksa, tanyakan, dan pastikan semuanya aman. Sementara bagi yang ingin membangun masa depan melalui jalur pendidikan, Sekolah Kedinasan Imigrasi bisa menjadi pilihan yang menjanjikan,” pungkasnya.