SINARMERDEKA.CO-Pengurus Cabang Olahraga (Cabor) Kick Boxing Indonesia (KBI) Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung menargetkan dua medali emas di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung yang akan berlangsung November 2026 di Kota Bandar Lampung.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua KBI Tanggamus, Mairintika saat Desk Cabor di lingkungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tanggamus, Jumat (8/5/2026) di GOR Tanggamus.
Menurut Mairiantina, pada ajang Porprov KBI Tanggamus menurunkan atlet terbaik yang telah diseleksi ketat, mulai dari ajang Porkab tahun 2025.
“Yang akan kita turunkan di Porprov Lampung tahun 2026 nanti adalah atlet wajah baru, dengan pasang target dua medali emas. Atlet yang kita turunkan minimal 20 orang atlet,”ujar Ses Mai sapaan akrabnya.
Di kayaknya, Ses Mai hal ini bahwa dalam menghadapi Porprov Lampung 2026 Atlet KBI Tanggamus telah berlatih rutin sejak awal Desember 2025 di Camp Gamaita Lampung yang ber-homebase di Kompleks Perumahan Griya Abdi Negara, Pemda Tanggamus.
“Anak-anak pada semangat untuk latihan, mereka ingin meraih prestasi seperti Sevi Nurul Aini yang meraih medali Perunggu di Sea Games Thailand 2025,”kata dia.
Di hadapan Kabid Binpres KONI Tanggamus, Bayu Mahardika, Ses Mai yang juga pelatih di KBI Tanggamus juga menyampaikan uneg-uneg. Dirinya berharap agar KONI Tanggamus turut mendorong agar ada perhatian terhadap para atlet yang berprestasi seperti bonus uang pembinaan, serta beasiswa kuliah.
“Atlet KBI ini ada banyak, tidak semuanya orang mampu, ada juga yang dari keluarga tidak mampu, tapi punya semangat dan mimpi untuk memajukan olahraga Tanggamus.
Jadi harapan kami agar ada perhatian lebih, ini saja kadang ada yang berat di ongkos untuk latihan,”pungkasnya.
Menanggapi hal itu, Kabid Binpres KONI Tanggamus, Bayu Mahardika menyatakan bahwa KONI siap menjembatani harapan dari KBI tersebut ke pemerintah daerah.
“Kick Boxing ini masuk ke dalam kategori cabor Great A. Pasca ajang bergengsi semisal Porprov harusnya memang ada pembinaan seperti beasiswa,nah, supaya tidak bias agar cabor aktif berkomunikasi dengan KONI,”ujar Bayu.
Dikatakan Bayu bahwa salah satu peran dan fungsi KONI adalah melakukan pembinaan cabor serta mengatur lalu lintas dana hibah.
“Pembinaan itu dimulai dari latihan rutin, event dan pasca event. Sebagai bentuk apresiasi ongkos atlet ke tempat latihan, itu bisa dianggarkan dari dana hibah cabor,”pungkas Bayu.
Untuk diketahui, Desk Cabor di lingkungan KONI merupakan mekanisme atau wadah khusus yang dibentuk untuk menampung keluhan, saran, verifikasi data, serta evaluasi kesiapan cabor, terutama menjelang ajang olahraga besar seperti Porprov atau Pekan Olahraga Nasional (PON).
Tujuan utama dari desk cabor ini adalah agar permasalahan yang dihadapi cabor dapat diselesaikan lebih cepat dan tidak menghambat prestasi atlet, serta memastikan kesiapan administrasi dan operasional cabor berjalan maksimal.












