Berita Terkini

Salat Tarawih, Berikut Ini 14 Panduan dan Tata Caranya

×

Salat Tarawih, Berikut Ini 14 Panduan dan Tata Caranya

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

Salat Tarawih setelah salat Isya

SINARMERDEKA.CO-Bulan suci Ramadan sangat dinanti umat Islam berikut tatacara Salat Tarawih yang merupakan ibadah sunnah khas bulan Ramadan yang dilaksanakan setelah salat Isya.

Umat Islam biasanya mengerjakannya berjamaah di masjid atau sendiri di rumah.

Jumlah rakaat Tarawih bervariasi, umumnya 8 atau 20 rakaat, ditutup dengan salat witir. Perbedaan ini sudah lama dikenal dan tetap berada dalam koridor syariat.

Di Indonesia, pelaksanaan Tarawih juga menjadi tradisi sosial keagamaan. Selain ibadah, momentum ini mempererat silaturahmi antarwarga setiap Ramadan.

Tata cara Tarawih pada dasarnya sama dengan salat sunnah lainnya sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.

Karena itu, memahami urutannya penting agar ibadah berjalan khusyuk dan sesuai sunnah.

Berikut panduan tata cara Salat Tarawih

1. Memulai dengan niat dalam hati.

2. Takbiratul ihram dengan mengucapkan “Allahu Akbar”.

3. Membaca Surat Al-Fatihah.

4. Membaca surat lain dari Al-Qur’an.

5. Rukuk dengan tuma’ninah sambil membaca doa rukuk.

6. I’tidal dengan tuma’ninah disertai doa.

7. Sujud pertama dengan tuma’ninah dan doa sujud.

8. Duduk di antara dua sujud sambil membaca doa.

9. Sujud kedua dengan tuma’ninah dan doa.

10. Berdiri kembali untuk rakaat kedua.

11. Mengulang bacaan dan gerakan seperti rakaat pertama.

12. Duduk tasyahud akhir dan membaca doa tasyahud.

13. Salam ke kanan dan kiri sambil mengucapkan salam.

14. Mengulangi rangkaian tersebut hingga 8 atau 20 rakaat sesuai pilihan.

Salat Tarawih dapat dilakukan sendiri maupun berjamaah sebagai imam atau makmum.

Perbedaan pelaksanaan tersebut tercermin dalam bacaan niat yang disesuaikan dengan posisi saat salat.

Bacaan Niat salat Tarawih sendiri adalah:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati lillahi taʼâlâ.

Artinya: “Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Taala.”

Bacaan niat salat Tarawih berjamaah sebagai imam adalah:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati imâman lillâhi taâlâ.

Artinya: “Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam, karena Allah Taala.”

Bacaan niat salat Tarawih berjamaah sebagai makmum adalah:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا الِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati maʻmûman lillâhi taâlâ.

Artinya: “Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum, karena Allah Taala.”

Doa setelah Tarawih

Untuk menyempurnakan ibadah Tarawih, kita dapat membaca doa setelahnya yang dikenal sebagai Doa Kamilin. Dikutip dari Buku Pintar Shalat oleh M. Khalilurrahman Al-Mahfani, berikut ini adalah bacaan doa setelah Tarawih:

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالإيْمَانِ كَامِلِيْن وَلِلفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنِ وَلِلصَّلاةِ حَافِظِيْنِ وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْن وَلَمِا عِنْدَكَ طَالِبِيْنِ وَلِعَفْوكَ رَاجِيْنِ وَبِالْهُدَي مُتَمَسِّكِين وَعَن اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنِ وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْن وَفِي الآخِرَةِ رَاغِيين وبالقضَاءِ رَاضِينِ وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنِ وَعَلي البَلَاءِ صَابِريْن وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صلى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنِ وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنِ وَإِلَى الجَنَّةِ دَاخِلِيْن وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنِ وَعَلَى سَرِيْرِ الكَرَامَةِ قَاعِدِيْنِ وَمِنْ حُوْرٍ عِينٍ مُتَزَوِّحِينِ وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاج مُتَلبِّسِيْن وَمِنْ طَعَامِ الجَنَّةِ آكِلِينِ وَمِنْ لَّبَن وَعَسَلٍ مُصَفًّى شاريين بأكْوَابٍ وَأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ مَعَ الَّذِي أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّين وَالصَّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِوَالصَّالِحِيْن وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيْقًا ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بالله عَلِيْمًا اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي لَيْلَةِ هَذا الشَّهْرِ الشَّرِيفَةِ المُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ المَقْبُوْلِيْن وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينِ

Arab latin: Allâhummaj’al bil îmâni kâmilîn walilfarâidhi muaddîn walishshalâti hâfidzîn walizzakâti fâ’ilîn walimâ ‘indaka thâlibîn wali’afwika râjîn wabil hudâ mutamassikîn wa ‘anillaghwi muʼridhîn wafid-dunyâ zâhidîn wafîl âkhirati râghibîn wa bil gadhâ’i râdhîn walin-na’mâ’i syâkirîn wa ‘alâl balâ’i shâbirîn watahta liwâ’i sayyidinâ Muhammadin shallallahu ‘alayhi wa sallama yawmal qiyâmati sâirin wailâlhawdhi wâridîn wailâl-jannati dâkhilîn waminan-nâri nâjîn wa ‘alâ sarîr al-karâmati qâ’idîn wamin hûrin ‘în mutazawwijîn wamin sundusin wastabraqin wadîbâjin mutalabbisin wa min tha’âmil jannati âkilîn wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn bi akwâbin wa abârîqa wa kaʼsin min maʼîn ma’alladzî an’amta ‘alayhim minannabiyyîn wash-shiddîqîn wasy-syuhâdâ’ wash-shâlihîn wa hasuna ulâ’ika rafîqan dzâlikal fadhlu minallâhi wakafâ billâhi ‘alîma. Allâhummaj’alnâ fîlaylati hâdzasyahr syarîfatil mubârakati min al-syu’âdâ’il maqbûlîn wa lâ taj’alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn washallallâhu ‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa âlihi washahbihi ajma’în birahmatika ya ar-hamar-râhimîn.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami manusia yang senantiasa menyempurnakan iman kami, melaksanakan perintah menjalankan kewajiban-Mu, menjalankan salat, menunaikan zakat, memohon serta mengharap ampunan-Mu, yang berpegang teguh kepada petunjuk (yang Kau berikan),

meninggalkan kemungkaran, hidup dengan sederhana di dunia, mengharap surga di akhirat, berpasrah pada takdir, bersyukur pada nikmat dan bersabar atas cobaan di bawah bendera syariat Muhammad SAW pada hari kiamat.

Dari ajarannya kami datang, ke surga kami menuju, dan juga kami selamat dari api neraka. Kami duduk di atas kain sutra kemuliaan, kami menikahi bidadari yang cantik dan jelita. Kami memakai pakaian yang terbuat dari permadani, sutra, dan perhiasan mewah lainnya.

Kami makan dari masakan yang telah tersedia di surga. Kami meminum madu dan susu dengan menggunakan gelas mewah bersama para nabi, orang jujur, syuhada, orang saleh, dan mereka akan menjadi teman setia di surga kelak.

Demikianlah keutamaan dari Allah. Allah Maha Mengetahui atas segala yang dilakukan oleh hamba-Nya. Ya Rabb, jadikan kami pada malam yang mulia dan penuh berkah ini sebagai orang-orang yang senantiasa bahagia dan engkau ampuni.

Serta janganlah masukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa bersedih dan tertolak.

Kami senantiasa bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabat-sahabatnya secara keseluruhan dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang dari yang penyayang.”