Berita TerkiniHeadline

Ulasan Akhir Tahun, Bencana Memilukan Melanda di Tahun 2025

×

Ulasan Akhir Tahun, Bencana Memilukan Melanda di Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

SINARMERDEKA.CO-Peristiwa pilu tengah melanda bumi pertiwi Indonesia, bahkan di sepanjang Tahun 2025, Indonesia banyak diselimuti berita bahagia yang membuat membuat masyarakat senang.

Namun, tidak sedikit pula berita duka yang membuat banyak masyarakat sedih.

Di balik keindahan alam yang dimiliki Tanah bergugus Khatulistiwa Indonesia memiliki fakta yang tidak bisa diabaikan. Fakta tersebut adalah, Indonesia memiliki letak geografis yang rawan akan bencana alam.

Di dalam artikel ini, terdapat ulasan bencana alam yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2025. Dari belasan bencana alam itu, tidak sedikit masyarakat Indonesia mengalami luka ringan, berat, hingga meregang nyawa.

Melansir laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai 15 Oktober 2025, Indonesia mengalami 2.590 bencana alam sepanjang 2025. Bencana alam ini, didominasi bencana hidrometeorologi sebesar 99,03 persen dan bencana geologi 0,97 persen.

Bencana alam di Indonesia sepanjang tahun 2025 itu, meliputi banjir, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kemudian, bencana longsor hingga kekeringan di beberapa daerah di Tanah Air.

Berikut ini bencana alam di Indonesia yang membuat jutaan pasang mata dilanda rasa sedih dan pilu:

Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh

Bencana besar yang belum lama ini terjadi, adalah bencana alam yang melanda Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Bencana alam mengrnaskan itu, terjadi pada 27 November 2025.

BNPB mengungkapkan, jumlah korban meninggal bencana di tiga provinsi Sumatra yaitu menembus 1.106 jiwa per, Senin (22/12/2025). Selain itu, terdapat 175 lainnya masih dalam pencarian.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengaku daftar nama yang masih dicari kini berkurang 10 jiwa. Sedangkan yang untuk mengungsi ini total per hari ini 520.570 jiwa,” ucap Abdul.

Bencana Banjir Bandang Bali

Provinsi Bali dilanda hujan deras sejak Selasa (9/9/2025) hingga Rabu (10/9/2025). Akibat hujan dengan intensitas tinggi itu, mengakibatkan bencana banjir bandang di sejumlah wilayah.

Banjir bandang itu, paling parah menyelimuti Kota Denpasar, Kabupaten Jembrana, serta kawasan Gianyar, Bali. Banjir bandang itu, tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga membuat bangunan ambruk hingga menelan korban jiwa.

Di Denpasar, air mulai meluap sekitar pukul 03.00 WITA dan merendam kawasan Jalan Kebo Iwa Selatan, Denpasar Barat. Sejumlah rumah kos pun terendam hingga setinggi pinggang orang dewasa.

Bencana Banjir Bandang Pegunungan Arfak Papua 

Bencana banjir bandang menyelimuti Kampung Jim, Distrik Catubouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat, Jumat (16/5/2025) malam. Melansir laporan BNPB, akibat bencana ini satu orang meninggal dunia dan 19 warga hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari membeberkan, kronologi banjir di Tanah Papua tersebut. Akibat hujan deras itu, menyebabkan luapan air dari daerah hulu menghantam kawasan tempat tinggal sementara para pendulang emas tradisional.

Bencana banjir itu, kata Abdul, menghanyutkan tenda dan perlengkapan masyarakat sekitar pukul 21.00 WIT. Akibatnya, satu orang warga atas nama Harun Meidodga (Laki-laki/22 tahun) ditemukan meninggal dunia.

Sementara itu, terdapat 19 orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang. Sedang dalam proses pencarian intensif tim gabungan,” ujar Abdul dalam keterangan persnya, Senin (19/5/2025). 

Bencana Banjir Bandang Bima 

Bencana banjir Bandang di Kecamatan Wera Bima, NTB, menjadi tiga orang, pada Senin (3/2/2025). Identitas ketiga korban yakni, Hermawati (40) asal Desa Wora, Aisah (5) dari Desa Nangawera, dan Burhan (50) warga Desa Nunggi.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhammad Hariyadi menjelaskan, banjir bandang terjadi setelah hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan itu, Minggu (2/2/2025).

Selain tiga orang ditemukan meninggal, lima orang lainnya masih hilang dan dalam pencarian petugas.

Tidak hanya banjir, kawasan itu juga dilanda longsor dari atas peguningan yang mengakibatkan sejumlah infrastruktur rusak. “Hingga pukul 18.00 WITA, total ada tiga korban jiwa yang sudah ditemukan,” kata Hariyadi dalam keterangan persnya, Senin (3/2/2025).

Dirinya, mengungkapkan, berdasarkan data yang diterima, terdapat lima warga Dusun Karuwu Desa Nangawera yang hilang. Pihaknya telah mengerahkan tim rescue dari Pos SAR Bima melakukan upaya pencarian bersama TNI, Polri, BPBD Bima, Polair Kota Bima, PMI, Tagana, TSBK Kota Bima, Potensi 204 Bima, relawan, Aparatur Desa, masyarakat setempat, dan pihak terkait lainnya.

Bencana Banjir Bandang dan Longsor Cilacap 

Bencana longsor yang terjadi pada Kamis (14/11/2025) malam menimbun 16 rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut. Peristiwa tragis ini menelan korban jiwa sebanyak 23 orang.

Dari jumlah tersebut, 21 orang ditemukan dalam kondisi meregang nyawa. Sementara, dua korban lainnya tidak berhasil ditemukan hingga pencarian resmi ditutup.

Bencana Longsor Banjarnegara 

Bencana longsor menerjang Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (15/11/2025) pukul 16.00 WIB.

Peristiwa ini dipicu hujan lebat hingga menyebabkan tebing runtuh dan menimpa area perkebunan serta persawahan warga.

Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono mengatakan, total 17 jenazah berhasil dievakuasi sejak operasi dimulai. Lalu, terdapat 11 korban lainnya masih belum ditemukan.

BPBD Banjarnegara mencatat 195 rumah rusak akibat longsor, 48 unit di antaranya rata dengan tanah. Terdapat 1.019 pengungsi atau 335 KK yang tersebar di lima titik pengungsian.

Bencana Banjir Bandang Situbondo 

Bencana banjir bandang menghantam 1.167 rumah warga Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur. Melansir data BNPB per 5 Februari 2025, banjir yang melanda dua kecamatan menyebabkan 55 unit rumah warga rusak berat.

Kemudian, sebanyak 27 unit rumah warga di Situbondo rusak sedang dan 29 unit rusak ringan. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, total warga terdampak bencana berjumlah 1.280 KK.

Untuk kategori terdampak yang masih membutuhkan asesmen yaitu rumah 1.167 unit. Dan, fasilitas pendidikan 1 lalu jalan desa empat titik,” ujar Abdul dalam keterangan persnya, Kamis (6/2/2025). 

Bencana Longsor Pekalongan 

Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yang terjadi 21 Januari 2025 menelan 25 korban jiwa, Satu orang masih hilang hingga pencarian ditutup, Senin (27/1/2025).

“Operasi SAR banjir dan longsor di Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan sudah berlangsung selama 7 hari sesuai prosedur penyelamatan.

Seluruh korban longsor sudah berhasil dievakuasi dan diidentifikasi sesuai laporan kehilangan yang masuk,” kata Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Inf Rizky Aditya dalam keterangan persnya.

sementara ini ± 16 menit 40 detik. “Erupsi berupa Awan Panas masih berlangsung jarak luncur sudah mencapai 7 km dari puncak,” tulis PVMBG dalam keterangan tertulisnya.

Bencana Karhutla Sulawesi Selatan 

Pada Juli 2025, menjadi perhatian utama masyarakat di Indonesia, terkait kebakaran hutan di Sulawesi Selatan.

Berdasarkan laporan resmi, hingga awal Juli 2025, total luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sulawesi Selatan tercatat mencapai 474,91 hektare dari periode 1 Januari hingga 31 Mei.

Dari jumlah itu, sebagian besar kebakaran berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) yaitu sekitar 444,34 hektare, dan sisanya 30,57 hektare berada di kawasan hutan produksi. Kabupaten yang paling banyak terdampak adalah Kabupaten Pinrang dengan luasan sekitar 311,01 hektare berada di APL.

Kebakaran juga tercatat di Sidrap, Wajo, Enrekang, Luwu Timur, dan Luwu walau dalam skala yang lebih kecil.

Dari hasil identifikasi di lapangan, salah satu penyebab utama adalah kebiasaan membakar jerami atau sisa panen di lahan pertanian atau perkebunan saat musim kemarau atau setelah panen.