Berita TerkiniHeadline

Penumpang KMP Mufidah Jatuh di Perairan Bakauheni, Tim SAR Terus Lakukan Pencarian

×

Penumpang KMP Mufidah Jatuh di Perairan Bakauheni, Tim SAR Terus Lakukan Pencarian

Sebarkan artikel ini
penumpang KMP Mufidah jatuh di perairan Bakauheni
penumpang KMP Mufidah jatuh di perairan Bakauheni

Kronologi Penumpang Hilang di Laut

Lampung Selatan, Selasa 19 Agustus 2025 – Seorang penumpang KMP Mufidah jatuh di perairan Bakauheni pada Minggu, 17 Agustus 2025 sekitar pukul 18.00 WIB. Korban bernama Primo Lumbantoruan, warga Karawang, Jawa Barat, yang saat itu tengah melakukan perjalanan menuju Pelabuhan Merak, Banten.

Menurut laporan, korban tiba-tiba menghilang di tengah pelayaran. Awalnya, keluarga korban menyadari salah satu anggota keluarganya tidak ditemukan di area kapal. Setelah berusaha mencari, mereka kemudian melapor kepada pihak kru kapal.

Konfirmasi dari Kepolisian

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, membenarkan peristiwa ini. Ia menjelaskan laporan pertama diterima dari pihak kapal setelah adanya informasi bahwa seorang penumpang terjatuh. “Benar, ada laporan seorang penumpang jatuh dari atas kapal KMP Mufidah saat berlayar di perairan Bakauheni,” kata Yuni pada Senin, 18 Agustus 2025.

Ia menambahkan, korban berangkat dari Pelabuhan Bakauheni dengan tujuan Pelabuhan Merak. Namun, di tengah perjalanan, korban diduga terjatuh ke laut.

Upaya Pencarian Tim SAR Gabungan

Hingga kini, tim SAR gabungan bersama aparat kepolisian masih melakukan pencarian. Menurut Yuni, operasi pencarian melibatkan berbagai unsur dengan menyisir perairan sekitar lokasi jatuhnya korban. “Pencarian masih berlangsung hingga sekarang, dan perkembangan informasinya akan terus kami sampaikan,” ujarnya.

Keluarga Lapor Setelah Korban Hilang

Dari keterangan pihak kepolisian, awal mula korban hilang terungkap saat keluarganya melapor ke kru kapal. Mereka sebelumnya sudah mencoba mencari di setiap sudut kapal, tetapi upaya itu tidak membuahkan hasil. “Akhirnya pihak keluarga melaporkan kepada kru kapal bahwa salah satu anggota keluarganya hilang,” kata Yuni.

Pencarian Masih Berlanjut

Hingga Selasa pagi, upaya pencarian korban masih berlanjut. Aparat berharap korban bisa ketemu. Dengan demikian, pihak keluarga bisa mendapatkan kepastian mengenai kondisi Primo Lumbantoruan. Situasi ini membuat perhatian publik tertuju pada keselamatan penumpang kapal penyeberangan di perairan Lampung.