Berita TerkiniHeadline

Kapasitas Pembangkit Listrik Nasional Tembus 105 GW Semester I 2025, EBT Naik 876,5 MW

×

Kapasitas Pembangkit Listrik Nasional Tembus 105 GW Semester I 2025, EBT Naik 876,5 MW

Sebarkan artikel ini

Pertumbuhan kapasitas pembangkit listrik nasional alami lonjakan signifikan energi baru terbarukan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan kapasitas pembangkit listrik nasional mencapai 105 gigawatt (GW) pada semester I 2025. Angka ini naik 4,4 GW daripada akhir 2024.

“Listrik yang terpasang sekarang untuk tahun 2025 semester I itu 105 GW. Artinya selama satu semester ini terpasang 4,4 GW,” kata Bahlil saat Konferensi Pers Capaian Kinerja Semester I 2025 di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/8).

Menurutnya, penambahan tersebut mencakup pembangkit yang telah beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD). Tahun sebelumnya, kapasitas terpasang tercatat 100,6 GW.

EBT Naik 15 Persen

Bahlil menambahkan, pertumbuhan kapasitas pembangkit juga diiringi kenaikan kapasitas pembangkit berbasis energi baru (EBT) sebesar 876,5 megawatt (MW) atau naik 15 persen dibanding tahun 2024 yang mencatat 761,9 MW.

Secara keseluruhan, kapasitas terpasang EBT kini berada di angka 15,2 GW, setara 14,5 persen dari total pembangkit nasional.

Rincian Penambahan EBT

Penambahan kapasitas EBT pada semester I 2025 meliputi:

  • PLTP: 105,2 MW (Lumut Balai, Ijen, Gunung Salak)

  • PLTA: 492 MW (Merangin)

  • PLTM: 8,2 MW (Merangin, Kanzy)

  • PLTS: 233,3 MW (tersebar di seluruh Indonesia)

  • PLTBm: 37,8 MW (beberapa wilayah Indonesia)

Bahlil menegaskan, penguatan kapasitas pembangkit, khususnya dari EBT, menjadi langkah strategis menuju transisi energi nasional.