EksbisInfo Daerah

STIT Tanggamus Konsisten Beri Beasiswa Masyarakat Sejak 2019

×

STIT Tanggamus Konsisten Beri Beasiswa Masyarakat Sejak 2019

Sebarkan artikel ini

Dini Pepilina, Ketua STIT Tanggamus,

SINARMERDEKA.CO-Dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan barometer keberhasilan pembangunan suatu daerah. Di Kabupaten Tanggamus, tantangan besar masih membentang mengingat peringkat IPM yang saat ini berada di urutan ke-13 di Provinsi Lampung.

Menyikapi hal tersebut, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tanggamus terus memperkuat komitmennya dalam mencerdaskan anak bangsa melalui berbagai program unggulan dan beasiswa mandiri.

Sejak berdiri pada tahun 2019, STIT Tanggamus telah hadir sebagai mitra strategis dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di Bumi Begawi Jejama.

Melalui program beasiswa bagi masyarakat setempat, institusi ini berupaya memutus rantai putus sekolah dan meningkatkan kualifikasi tenaga pendidik di pelosok desa.

Hingga saat ini, STIT Tanggamus telah berhasil meluluskan lebih dari 250 sarjana yang kini telah mengabdi di berbagai lini pendidikan di Tanggamus.

Menurut Dini Pepilina, Ketua STIT Tanggamus, menyatakan bahwa kehadiran STIT Tanggamus berdampak langsung pada variabel Harapan Lama Sekolah (HLS), salah satu pilar utama pembentuk skor IPM.

Kami menyadari bahwa kenaikan IPM tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Sejak 2019, kami konsisten memberikan beasiswa agar anak-anak Tanggamus memiliki akses nyata untuk kuliah di daerahnya sendiri.

Jika akses ini terhambat, maka angka harapan sekolah kita akan stagnan, dan itu merugikan masa depan daerah,” ujarnya.

Menurutnya, STIT Tanggamus didukung oleh SDM yang kompeten, termasuk para Dosen Doktor (S3) tetap yang berkomitmen membangun kualitas pendidikan.

Hal ini menjadi krusial agar lulusan yang dihasilkan benar-benar mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

Salah satu terobosan nyata STIT Tanggamus adalah program “1 Desa 1 Sarjana”. Program ini dirancang untuk memastikan setiap desa di Kabupaten Tanggamus memiliki minimal satu penggerak pendidikan yang mumpuni.

Selain itu, kampus juga menyediakan berbagai skema bantuan pendidikan seperti Beasiswa Hafidz Qur’an, Beasiswa KIP (Kartu Indonesia Pintar), serta Beasiswa Unggulan lainnya.

Lebih jauh, Dini menjelaskan bahwa investasi pendidikan ini menciptakan efek domino pada sektor ekonomi. Dengan mencetak sarjana-sarjana baru, produktivitas masyarakat akan meningkat, yang pada gilirannya akan menaikkan standar hidup layak di Tanggamus.

“Pendidikan adalah jalan pintas paling logis untuk mengentaskan kemiskinan. Sarjana yang kami cetak bukan hanya menjadi guru, tapi menjadi penggerak ekonomi di keluarga dan lingkungannya. Inilah wujud nyata pengabdian kami sebagai putra daerah,” tambahnya.

Mengingat krusialnya peran pendidikan dalam mendongkrak peringkat IPM daerah, pihak kampus berharap sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah, dapat terus berjalan harmonis tanpa hambatan administratif yang berarti.

Sebagai institusi pendidikan swasta, kami hadir untuk bermitra dan bahu-membahu dengan jajaran pemerintah daerah. Fokus kami murni pada pengabdian masyarakat.

Kami ingin menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyentuh lapisan masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan tinggi,” pungkas Dini.