Jakarta — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) mempercepat program sertifikasi aset wakaf di seluruh Indonesia. Pada semester satu 2025, sebanyak 5.200 sertifikat wakaf terbit berkat kerja sama erat dengan Kementerian ATR/BPN.
cek update cuaca di sini
Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa percepatan sertifikasi bukan hanya pencapaian administratif. Menurutnya, langkah ini menjadi bentuk perlindungan hukum dan jaminan keberlangsungan manfaat wakaf bagi umat.
“Sertifikasi wakaf adalah investasi keberkahan. Kita ingin setiap jengkal tanah wakaf terlindungi secara hukum, sehingga manfaatnya mengalir dari generasi ke generasi,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 13 Agustus 2025.
Peran Masyarakat dan Kolaborasi
Abu mengajak nazir, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), dan organisasi kemasyarakatan Islam untuk terlibat aktif. Tahapan yang perlu dilakukan meliputi pendataan aset, pengurusan akta ikrar wakaf, hingga pendampingan proses administrasi.
“Kolaborasi adalah kunci. Pemerintah siap memfasilitasi, namun peran masyarakat, khususnya nazir dan DKM, menjadi penentu kelancaran proses,” katanya.
Hasil Kerja Sama Sejak 2021
Kerja sama Kemenag dan ATR/BPN, yang dimulai sejak nota kesepahaman 2021, telah menghasilkan lebih dari 100 ribu sertifikat wakaf. Sertifikasi bahkan dapat dilakukan meskipun nazir belum terbentuk, dengan menunjuk nazir sementara sesuai regulasi.
Peluang Produktif dari Sertifikasi
Selain memberi perlindungan hukum, sertifikasi membuka peluang pemanfaatan aset wakaf secara produktif. Contohnya pembangunan fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi umat.
Ke depan, Kemenag menargetkan percepatan yang lebih masif, terutama di daerah dengan tingkat sertifikasi rendah. Strategi mencakup pendampingan langsung, koordinasi lintas instansi, dan kampanye kesadaran publik.
Dukungan ATR/BPN
Abu mengapresiasi dukungan penuh ATR/BPN yang konsisten mempercepat proses administrasi dan memberikan pendampingan teknis di lapangan. “Dukungan mereka bukan hanya regulasi dan pelayanan, tetapi juga keterlibatan aktif di lapangan yang membantu kami mencapai target,” tutupnya.












