Sinarmerdeka.co – Di balik hamparan sawah Desa Ngrukem, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, ada kerja keras petani yang berlangsung dari musim ke musim.
Menyiapkan lahan, menanam benih, hingga menunggu bulir padi menguning membutuhkan ketekunan dan harapan akan hasil panen yang baik.
Namun, harapan itu tak selalu berjalan mudah. Ketersediaan air menjadi salah satu faktor yang menentukan seberapa optimal lahan dapat ditanami dan hasil yang bisa dipetik.
Bagi petani, air yang mengalir ke sawah bukan sekadar soal pengairan. Ketersediaannya juga membuka kesempatan untuk menanam lebih banyak dan memaksimalkan hasil dari lahan yang mereka kelola.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Timur (UP2B Jawa Timur) menghadirkan Program Sistem Irigasi dengan Listrik Andal dan Ramah Lingkungan (SINAR) pada 2025.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini, PLN membangun rumah pompa irigasi bertenaga listrik untuk membantu memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian seluas 15 hektare.
Kehadiran fasilitas tersebut memberi ruang bagi petani untuk mengoptimalkan pola tanam. Jika sebelumnya mereka hanya dapat menanam padi satu kali dan palawija dua kali dalam setahun, kini penanaman padi dapat dilakukan hingga tiga kali setahun.
Perubahan pola tanam itu turut membawa hasil yang nyata. Produksi gabah tahunan petani Desa Ngrukem meningkat dari sekitar 105 ton menjadi 273 ton.
Dari lahan yang sama, terbuka peluang untuk menghasilkan lebih banyak gabah dan mengoptimalkan usaha pertanian yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.
Bagi petani, setiap peningkatan hasil panen memiliki arti tersendiri. Ada waktu dan tenaga yang telah dicurahkan, ada proses panjang yang dijalani, serta harapan agar lahan yang diolah dapat memberikan hasil yang semakin baik.
Ketika pengairan menjadi lebih memadai, usaha untuk mewujudkan harapan tersebut pun mendapat peluang yang lebih besar.
Perhatian terhadap kebutuhan petani juga berlanjut hingga tahap pengolahan hasil panen. PLN UP2B Jawa Timur memberikan bantuan peralatan pertanian berbasis listrik berupa mesin pipil jagung dan mesin selep gabah padi.
Peralatan ini membantu mempercepat proses pengolahan, sekaligus membuka kesempatan bagi kelompok tani untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, menyampaikan bahwa pemanfaatan listrik di sektor produktif merupakan salah satu upaya PLN untuk menghadirkan manfaat yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana manfaatnya dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk tumbuh dan berkembang. Melalui pemanfaatan listrik di berbagai sektor produktif, PLN berupaya mengambil bagian dalam proses tersebut, termasuk mendukung pertanian sebagai salah satu fondasi ketahanan pangan nasional,” ujar Munawwar.
Manager PLN UP2B Jawa Timur, Ahmad Murdani, menjelaskan bahwa Program SINAR merupakan bagian dari upaya mendorong pemanfaatan listrik di sektor pertanian melalui konsep Electrifying Agriculture.
“Melalui Program SINAR, kami ingin mendorong pemanfaatan listrik yang tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendukung aktivitas produktif masyarakat, termasuk di sektor pertanian. Kami berharap teknologi berbasis listrik dapat membantu petani meningkatkan produktivitas, mengembangkan usaha, serta membuka peluang ekonomi yang lebih baik,” ujar Murdani.
Sekretaris Desa Ngrukem, M. Amin Abdulrois, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN UP2B Jawa Timur yang membantu memenuhi kebutuhan pertanian masyarakat.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan PLN UP2B Jawa Timur. Adanya rumah pompa irigasi membantu petani memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian, sehingga pola tanam menjadi lebih optimal dan produksi gabah meningkat. Bantuan peralatan pertanian juga sangat bermanfaat dalam mendukung proses pengolahan hasil panen,” ungkap Amin.
Harapan untuk mengembangkan pertanian desa juga berlanjut pada 2026. PLN UP2B Jawa Timur melanjutkan inisiatif ini melalui Program Pertanian Berkelanjutan dan Inovatif bersama SINAR dengan membangun dua rumah pompa irigasi tambahan serta memberikan bantuan peralatan pertanian berbasis listrik kepada dua kelompok tani lainnya di Desa Ngrukem.
Upaya ini diharapkan dapat memperluas manfaat program sehingga semakin banyak petani yang memperoleh kesempatan untuk mengoptimalkan kegiatan pertaniannya.
Dari air yang mengalir ke sawah hingga gabah yang siap diolah, Program SINAR menunjukkan bahwa pemanfaatan listrik dapat menjadi bagian dari perjalanan petani dalam mengembangkan usaha mereka.
Peningkatan produksi dari 105 ton menjadi 273 ton menjadi salah satu gambaran perubahan yang dapat dicapai ketika kebutuhan pertanian mendapat perhatian dan dukungan yang sesuai.
Bagi PLN UIP2B Jamali dan PLN UP2B Jawa Timur, upaya ini bukan semata tentang menghadirkan fasilitas, tetapi juga membuka peluang agar kerja keras petani dapat menghasilkan manfaat yang lebih besar.
Sebab, ketika petani memiliki kesempatan untuk mengembangkan usahanya, yang tumbuh bukan hanya hasil panen, melainkan juga harapan bagi masa depan pertanian dan kesejahteraan masyarakat desa.













