Headline

Badan Geologi Kementerian ESDM: Gunung Lewotobi Laki-laki Status Awas

×

Badan Geologi Kementerian ESDM: Gunung Lewotobi Laki-laki Status Awas

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

SINARMERDEKA.CO-Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT, berada pada tingkat yang tergolong tinggi.

Berdasarkan analisis visual, kegempaan, dan deformasi, status gunung tersebut berada pada Level IV atau Awas.

Demikian disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam keterangan resmi di Labuan Bajo, Senin (1/12/2025). Ia menyampaikan laporan perkembangan aktivitas gunung per 30 November 2025.

Berdasarkan analisis visual dan instrumental tersebut, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih ditetapkan pada Level IV (Awas),” ujarnya.

Pemantauan visual menunjukkan gunung tampak jelas hingga sesekali tertutup kabut intensitas sedang.

Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal teramati membumbung setinggi 100–500 meter dari puncak.

Cuaca di sekitar gunung tercatat cerah hingga hujan dengan angin lemah mengarah ke utara, timur laut, dan barat daya.

Adapun suhu udara berkisar antara 22,3–31,5 derajat Celcius. Badan Geologi melaporkan, dalam periode 29–30 November 2025 hingga pukul 12.00 WITA, terdeteksi: – 1 kali gempa hembusan – 37 kali gempa tremor non-harmonik – 11 kali gempa low frequency – 9 kali gempa vulkanik dalam – 5 kali gempa tektonik lokal – 7 kali gempa tektonik jauh

Meskipun belum terjadi erupsi terbaru sejak letusan terakhir pada 18 Oktober 2025 pukul 00.44 WITA. Tetapi, hembusan asap tebal masih terlihat keluar dari kawah dan rekahan di sisi barat laut.

Gempa vulkanik dalam, gempa low frequency, dan tremor non-harmonik masih terekam, mengindikasikan adanya proses degassing, suplai magma. Serta pergerakan fluida di dalam tubuh gunung,” ucap Lana.

Pengukuran deformasi melalui Tiltmeter menunjukkan adanya peningkatan tekanan pada sumbu X. Sementara data GNSS mengindikasikan fluktuasi komponen vertikal dalam sepekan terakhir. Kombinasi parameter tersebut menunjukkan potensi erupsi masih tetap ada.

Badan Geologi mengimbau masyarakat dan wisatawan agar: tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 km dari pusat erupsi. Lalu, tidak memasuki area sektoral 7 km di arah barat laut–timur laut.

Namun, warga diimbau etap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah. Serta tidak mempercayai informasi dari sumber yang tidak jelas.

Masyarakat di daerah rawan bencana juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar saat hujan lebat.

Terutama di daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, seperti Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.

Bagi warga terdampak hujan abu, penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut dianjurkan untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan.

Lana mengingatkan abu vulkanik berpotensi mengganggu operasional bandara serta jalur penerbangan bila arah sebarannya menuju area tersebut.